welcome =))

Rabu, 21 November 2012

Last Child - Diary Depresiku

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku
miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang
kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di
jalanan

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang
kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Selasa, 20 November 2012

The End ??

KECEWA !!
Hanya itu yang dapat menggambarkan perasaanku saat ini..
Mimpi dan impianku selama ini yang akhirnya bisa aku raih terpaksa harus aku kubur jauh-jauh karena keegoisan kalian..
Kenapa?
Kenapa harus seperti ini akhirnya?
Kenapa harus mimpiku yang dikorbankan?
Pernahkah sekali saja kalian memikirkan perasaanku?
Menanyakan pendapatku tentang keputusan yang aku ambil, bukannya malah menjudgeku dan memojokkanku seolah-olah aku yang bersalah.. seolah-olah keputusan yang aku ambil hanya untuk kesenangan semata..
Pernahkah kalian berpikir untuk membiarkanku menentukan masa depanku sendiri?
Ini mimpiku, ini hidupku!
Bisakah aku sendiri yang mengaturnya, bisakah aku sendiri yang menentukannya?

Demi Tuhan!!
Selama 20 tahun hidupku, tak pernah sedetikpun aku dibiarkan menentukan kehidupanku..
Tak pernah sedetikpun aku dibiarkan memilih apa yang akan aku lakukan..
Kalaupun boleh, ujung-ujungnya aku harus melepas semuanya karena menurut kalian "Itu semua demi kebaikanku"

Kebaikan seperti apa?
Bisa jelaskan padaku kebaikan seperti apa yang selama ini kalian maksud?

Aku lelah!!
Demi Tuhan aku sungguh lelah!!

Katakanlah aku egois dan berlaku kurang ajar, tapi aku sungguh tidak rela.. tidak ikhlas melepas mimpiku yang sudah didepan mata.. :'(

Bisakah sebentar saja kalian berhenti dan memperhatikanku?
Memperhatikan sudut hati terdalamku yang terlanjur kecewa dan mati rasa karena keputusan kalian?

Rabu, 14 November 2012

Kangen kamu, unciiit..

Hari ini mendadak aku merindukan kamu yang lahir sebelas-maret-sembilan-satu.. Unciiit, kamu apa kabar sekarang??
Masih suka kah kamu dengan pakaian warna putih? Masih sering kamu suka makan coklat? Aku menrindukanmu, unciiit..
Kamu masih bagian dari mimpiku. Aku harap aku masih bisa mendapatkan senyuman yang sama darimu, seperti waktu kita bersama 6 bulan lalu.

Salam sayang,
Yang selalu kau panggil 'syg'.

Kamis, 08 November 2012

Bidadari Santa Monica


Pertama kali lihat novel karangan Alexandra Leirissa Yunaidi di Gramedia tahun kemarin aku benar-benar gak tertarik, apalagi setelah membaca sinopsisnya, sama sekali tidak berminat !!

Hmm ..
Tapi akhirnya aku terpaksa menarik kembali semua ucapanku. Karena setelah membacanya dan malah menyelesaikannya dalam sehari aku langsung jatuh cinta (pada novelnya. :D).  Ceritanya mampu menghipnotisku dan membuatku menangis saking terharunya. Harus aku akui, ini merupakan salah satu novel terbaik, ter-so sweet, dan romantis yang pernah aku baca.
Sama sekali gak menduka endingnya akan sangat menguras emosi dan air mataku.

Novel ini bercerita tentang seorang wanita bernama Pelita yang hidupnya menjadi berwarna ketika sang pria-Efraim hadir dalam kehidupannya.
Dimulai dari pertemuan yang tidak disengaja karena Pelita yang seorang illustrator pada sebuah majalah wanita ditugaskan untuk menjadi reporter yang akan mewawancarai seorang artis pendatang baru. Namun, ia malah salah mewawancarai orang.

Dari situlah awal pertemuan Pelita dan Efraim yang kemudian berubah menjadi kerja sama antara perusahaan Efraim dan majalah tempat Pelita bekerja. Pertemuan yang sering dilakukan kemudian menimbulkan rasa cinta Pelita bagi Efraim.

Tapi sayangnya Pelita malah mengira Efraim mempunyai ‘kelainan’ dan ada ‘affair’ dengan bosnya-Pak Ian.
Merasa kalah dan putus asa karena cintanya yang tidak kesampaian, Pelita memutuskan untuk menyerah. Terlebih lagi saat Efraim mengatakan bahwa kerjasama antara perusahaan mereka sudah dihentikan.
Sedih, hancur, patah hati, dan putus asa. Itulah yang Pelita rasakan..
Namun tiba-tiba saja Efraim dating ke kostannya dan terkejut melihat Pelita menangis. Dia pikir Pelita menangis karena masih mencintai dan belum bisa merelakan mantan pacarnya yang baru saja menikah.
Setelah terjadi perdebatan yang panjang diantara mereka, akhirnya terbukti kalau Efraim gak punya kelainan apalagi ‘affair’ dengan Pak Ian, justru sebenarnya Efraim sudah jatuh cinta pada Pelita sejak pertama kali mereka bertemu. Pelita yang ternyata selama ini salah sangka tidak bisa berkata banyak selain merutuki kebodohannya. Pada akhirnya mereka jadian deh. 

Setelah mereka jadian bukan berarti ceritanya berakhir bahagia seperti didalam dongeng. Ada banyak kerikil kecil yang menimpa mereka. Mulai dari sikap Pak Ian yang berubah jutek dan pertanyaan teman-teman sekantor Pelita apakah Efraim sudah mengenalkannya pada orang tuanya, karena menurut mereka itu adalah bukti konkrit keseseriusan seorang pria. Hal itu bukan hanya mengganggu pikirannya, tapi juga membuat hubungannya dengan Efraim renggang.

Untuk membuat Pelita percaya akan keseriusan cintanya, Efraim membuat pesta kejutan pertunangan mereka yang benar-benar romantic.
Kenapa?
Karena Efraim mengajak Pelita untuk berenang dan turun kedasar kolam. Kolam itu sendiri sudah disulap sehingga mirip dengan keadaan dibawah laut. Dan guess what? Ada sebuah kerang diadalam kolam itu yang berisi sebuah cincin mutiara yang sangat indah. Efraim memasangkan cincin tersebut tepat didasar kolam.
Benar-benar sempurna bukan?

Namun sayangnya kebahagiaan itu hanya sementara. Karena masalah utamanya dating dari mama Efraim yang jelas-jelas tidak menyukai Pelita.
Gara-gara jebakan mamanya yang menyuruh Pelita membuat sebuah lukisan sebagai kado ulang tahunnya, membuat Pelita hampir depresi dan berimbas pada hubungannya dengan Efraim. Hingga akhirnya takdir memutarbalikkan keadaan. Efraim meninggalkannya untuk selamanya!

PENYESALAN !!
Pelita terus menyalahkan diri dan hidup dalam keterpurukkan. Baginya kehidupannya sudah tidak berwarna karena Efraim yang adalah satu-satunya pemberi warna itu telah tiada.
Pelita salah jika berpikir Efraim benar-benar telah meninggalkannya, karena pada akhirnya Efraim mengirim seorang malaikat untuk menjaga dan memastikan Pelita akan baik-baik saja. Seorang malaikat yang akhirnya bisa membuat Pelita sadar hidupnya harus terus berjalan dengan ataupun tanpa Efraim disisinya.

Selasa, 06 November 2012

LONELY

Marah !!
Tidak, bukan itu yg aku rasakan pada kalian atas apa yg terjadi belakangan ini..
Kecewa !!
Tidak juga.. entahlah aku tidak tahu..
Aku hanya merasa ada sesuatu yg telah berubah. Aku hanya merasa perlaham tapi pasti aku mulai kehilangan sosok kalian..
Benarkah demikian?
Atau mungkin ini hanya perasaanku saja..

Tidak !!
Aku tahu dengan pasti apa yg sebenarnya telah terjadi sekarang.
Kalian mulai menjauh..
Kalian mulai menghilang..
Kalian mulai membuatku merasa sendiri..

Aku benci hal itu!!
Kalian tahu kan betapa aku sangat benci sendiri.
Kalian tahu kan betapa aku tidak suka diacuhkan.
Kalian tahu kan betapa aku benci bila tersisihkan.
Apa kalian sadar??
Apa kalian ingat semua itu??
Apa kalian sudah lupa dengan kata Persahabatan yg selama ini kalian katakan??

Aku lelah!!
Lelah dengan semua tingkah laku kalian.
Lelah dengan semua kemunafikan kalian.
Seolah kalian mengerti apa yg aku rasakan, seolah kalian tahu apa yg saat ini mengganggu pikiranku.
Tapi nyatanya kalian tidak yahu apa-apa tentangku!!

Apakah ini karena kesalahanku hingga semuanya menjadi seperti ini??
Tapi bukan aku yg ingin berada di posisi ini. Aku pun ingin hidup normal seperti kalian.
Kenapa kalian tidak mau mengerti??
Kenapa kalian malah dengan sengaja mulai menciptakan tembok tak terlihat diantara kita??

Apa kalian tahu bagaimana rasanya terkucilkan? Apa kalian tahu bagaimana rasanya berpura-pura tegar didepan semua orang disaat kau hanya bisa berdiri dengan sebelah kakimu?? Apa kalian tahu rasanya??

Dulu, kalian yg mengajarkanku untuk menjadi orang yg terbuka. Mengajarkanku untuk membagi semua rasa sakit yg kurasa dengan kalian.
Tapi kenapa setelah semuanya kalian ketahui, kalian malah mengacuhkanku?? Kenapa yg aku dapat malah sebaliknya??

Super Junior - Thank You

*Korean ver*
Himdulgo jichyo itdon nege
Himi doejwoso
Gurigo hangsang neyophe issojwoso
Ijesoya marhaneyo
Gomabdago
Gurigo gudega issoso
Hengboghadago
This is for you
Nunmuri da marugi jone
Tto hullyoya hessotdon gu nare
Odum sogeso ne sonul jabajwoso
Amu marobshi jikhyo bwajwoso
Gomawoyo
Naboda do himdurossultende
Naboda do gogjonghessultende
Gudega isso irosol su issokgo
Nul gomaum maumdul ppunijyo
Na jugo shiphun gon
Nomuna manhi innunde
Halsu obnun hyonshire himdurotjyo
Narul midoyo sonul jabayo
Gudewa hamkkemyon
Gu otton ilduldo
Halsu issul god gatha yongwonhi
Nunmuri da marugi jone
Tto hullyoya hessotdon gunare
Odumsogeso ne sonul jabajwoso
Amu marobshi jikhyo bwajwoso
Do isang himdulji anhulgoyeyo
Himdurodo gudega itjanha
Marhaji anhado
Modungol al su innun
Guderanun sarami isso
Nan hengbogheyo

*English*
For being my strength
When I was weary
And for always being by my side
I finally say this now
Thank you
And because of you
I’m happy
This is for you
Before my tears try
They had to spill that day
You held my hand in the dark
Without a word, you watched over me
Thank you
You must have had a harder time than I did
You must have worried more than I did
Because of you I was able to stand
It’s a thankful heart
There was so much you wanted to give me
You struggled with the fact that you couldn’t
Trust me, grab my hand
If with you
I feel like anything can be done, forever
Before my tears try
They had to spill that day
You held my hand in the dark
Without a word, you watched over me
I won’t have a hard time anymore
Even if times get rough, I have you
Without having to say a word
There’s someone like you who already knows it all
I’m happy