welcome =))

Senin, 25 November 2013

GEISHA - Lumpuhkan Ingatanku

Jangan sembunyi
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci

Bertanya, cobalah bertanya pada semua
Di sini ku coba untuk bertahan
Ungkapkan semua yang ku rasakan

Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Jangan sembunyi
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku

Sabtu, 23 November 2013

DIARY ENTRY {231113}



Aku tidak tau apa yang ada di pikiranku ketika melihatmu. Apakah aku sudah mulai tidak waras atau kehilangan ingatanku.
Entah mengapa ketika melihatmu, aku merasa tenang dan sekaligus menyadari betapa aku sangat merindukanmu.
Aku tau yang apa yang aku rasakan adalah sebuah kesalahan besar. Tapi aku sendiri pun tidak bisa mengontrol apa yang bergejelok di dalam hatiku. Akal sehatku jelas-jelas menolakmu, namun hatiku berkata lain. Hatiku justru membutuhkanmu.
Terdengar lucu bukan? Seperti medan magnet kah? Tarik-menarik antara kutub negatif dan posistif. Ahh, tapi hal itu tidak berlaku untuk hati akal sehat dan hati karena jelas keduanya justru tolak menolak seperti halnya kutub positif dan positif dan sebaliknya.

Aku ingin tau apa sebenarnya yang terjadi padaku? Kenapa setiap kali melihatmu hatiku menjadi tidak karuan? Kenapa jantungku selalu berdetak kencang? Di satu sisi aku ingin menolak untuk percaya tapi di satu sisi aku juga menginginkanmu. Terlalu menginginkanmu.
Melihatmu membuatku sadar betapa aku sangat merindukanmu, betapa aku sangat membutuhkanmu. Kenyataan ini semakin membuatku takut untuk melangkah  ke depan.
Apakah aku terlampau egois? Ataukah aku hanya terobsesi pada sosokmu yang diam-diam masih memiliki seluruh hatiku.

Haruskah aku menyangkalnya?
Tapi bukankah itu yang telah aku lakukan selama ini?
Mengatakan bahwa aku telah melupakanmu..
Mengatakan bahwa aku telah mengikhlaskanmu..
Mengatakan bahwa aku bahagia diatas kebahagiaanmu..
Mengatakan bahwa aku bersyukur kau akhirnya memiliki seseorang di sampingmu..
Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Hatiku sakit setiap kali mengatakannya. Ragaku seakan terbang entah kemana setiap kali menampakkan senyum palsu di hadapan semua orang.

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana aku menjalani ini semua.