Aku tidak tau apa yang ada di pikiranku ketika melihatmu. Apakah
aku sudah mulai tidak waras atau kehilangan ingatanku.
Entah mengapa ketika melihatmu, aku merasa tenang dan
sekaligus menyadari betapa aku sangat merindukanmu.
Aku tau yang apa yang aku rasakan adalah sebuah kesalahan
besar. Tapi aku sendiri pun tidak bisa mengontrol apa yang bergejelok di dalam
hatiku. Akal sehatku jelas-jelas menolakmu, namun hatiku berkata lain. Hatiku justru
membutuhkanmu.
Terdengar lucu bukan? Seperti medan magnet kah? Tarik-menarik
antara kutub negatif dan posistif. Ahh, tapi hal itu tidak berlaku untuk hati
akal sehat dan hati karena jelas keduanya justru tolak menolak seperti halnya
kutub positif dan positif dan sebaliknya.
Aku ingin tau apa sebenarnya yang terjadi padaku? Kenapa setiap
kali melihatmu hatiku menjadi tidak karuan? Kenapa jantungku selalu berdetak
kencang? Di satu sisi aku ingin menolak untuk percaya tapi di satu sisi aku
juga menginginkanmu. Terlalu menginginkanmu.
Melihatmu membuatku sadar betapa aku sangat merindukanmu,
betapa aku sangat membutuhkanmu. Kenyataan ini semakin membuatku takut untuk
melangkah ke depan.
Apakah aku terlampau egois? Ataukah aku hanya terobsesi pada
sosokmu yang diam-diam masih memiliki seluruh hatiku.
Haruskah aku menyangkalnya?
Tapi bukankah itu yang telah aku lakukan selama ini?
Mengatakan bahwa aku telah melupakanmu..
Mengatakan bahwa aku telah mengikhlaskanmu..
Mengatakan bahwa aku bahagia diatas kebahagiaanmu..
Mengatakan bahwa aku bersyukur kau akhirnya memiliki
seseorang di sampingmu..
Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Hatiku sakit setiap kali
mengatakannya. Ragaku seakan terbang entah kemana setiap kali menampakkan
senyum palsu di hadapan semua orang.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana aku menjalani
ini semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar