Bagaimana mungkin kamu bilang masih peduli tapi rasanya kita berjarak bagaikan langit dan bumi, kamu langit aku bumi susah digapai..
Bagaimana mungkin kamu bilang kamu pun sayang padaku tapi tak pernah aku tau bagaimana sayangmu padaku..
Apa aku yang salah terlalu berharap? Bukannya cinta tak pernah salah pada siapa dia akan jatuh, dan akhirnya jatuh padamu..
Dan jatuh itu ternyata sakit, buktinya aku merasakan sakitnya. Setelah beberapa kali berjuang, maju tak gentar.. Ternyata semuanya sia-sia..
Ada baikmya aku menghentikan langkahku dan mundur perlahan. Mengobati luka karena jatuh dan kembali menata hati..
Melupakan pelukan, menghapus air mata, meredakan isak, memecatmu dari mimpi-mimpiku, dan kembali tersenyum dengan mata berbinar dan tertawa terbahak-bahak..
Menganggap tak pernah terjadi apa-apa, tak pernah merasakan apa-apa, dan kembali seperti biasa saja denganmu. Tanpa kecewa, tanpa dendam..
Dari sini aku belajar. Belajar mengikhlaskan yang memang bukan untukku.. Belajar untuk tak memaksakan semua keinginanku.. Belajar bahwa cinta tidak sesimple dalam cerita dongeng, film, ataupun novel.. Belajar bahwa memiliki tak semudah memeluk dari belakang atau mengecup kening..
Pada akhirnya semoga takdir membawa aku dan kamu pada tempat kita sesuai kehendaknya,seperti pelangi setia menunggu hujan reda..
Akhirnya, aku berhenti mengharapkanmu.. :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar